Yuk Mengenal Fungsi Teether Bayi!

Agustus 22, 2020
fungsi teether bayi

Saat bayi memasuki usia 4-6 bulan, bunda mungkin mulai bisa melihat ada perubahan sikap pada si kecil. Selain sering memasukan benda apapun ke dalam mulutnya, si kecil juga jadi sering menggigit semua barang yang mampu diraihnya.

Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar gigi si kecil mulai tumbuh.

Pada fase ini, bayi sedang mengalami perkembangan otot di area mulut dan pencernaan. Gejala-gejala yang muncul pada fase ini antara lain;

  • Bayi mengeluarkan air liur dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya
  • Suka menggigit benda yang ada dalam genggamannya
  • Suka memasukan tangan atau kaki ke dalam mulut
  • Menggaruk pipi atau menarik-narik telinga
  • Membengkaknya gusi yang kadang disertai demam
  • Lebih mudah menangis dan rewel karena situasi yang tidak nyaman pada area mulutnya

Sebagai solusi, penggunaan teether menjadi salah satu cara yang direkomendasikan.

Adanya teether membuat bayi tidak sembarangan memasukan benda asing ke dalam mulutnya. Selama teether yang digunakan sudah teruji klinis dan selalu dibersihkan, cara ini aman-aman saja kok bun!

Tidak hanya itu, teether pun kini didesain secara khusus. Jadi selain meredakan rasa ngilu di gusinya, teether juga bisa merangsang pertumbuhan gigi agar lebih cepat tumbuh. Selain itu teether juga mudah digenggam dan bisa melatih motorik si kecil.

Meski begitu tidak semua teether memiliki manfaat yang sama. Salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah bahan pembuat teether yang dianggap tidak aman untuk kesehatan si kecil.

Karena itulah, hati-hati saat membelikan teether untuk bayi. Agar tidak salah pilih, berikut adalah beberapa tips memilih teether untuk bayi,

  1. Terbuat dari bahan yang 100% food grade silicone dan tidak memiliki bau bahan kimia atau semacamnya
  2. Memiliki tekstur yang kenyal agar tidak merusak gusi saat dikunyah
  3. Teruji BPA free atau bebas dari bahan bisphenol-A yang berbahaya untuk sistem hormon si kecil
  4. Tidak mengandung zat toksin lain seperti PVC, phthalates latex, atau cadmium, yang bisa meracuni bayi.
  5. Tahan suhu tinggi agar teether tidak rusak saat disteriliasi dengan cara direbus

Sebagai rekomendasi, beberapa merek teether terbaik yang sudah memenuhi kriteria di atas bisa bunda temukan pada produk teether Pigeon, Dr. Brown, Chicco, atau Comotomo.

Tidak cuma membelikan teether berkualitas baik, ada satu hal penting lain yang tidak boleh dilewatkan nih bun!

Pastikan teether selalu dalam kondisi bersih. Saat terjatuh, bersihkan teether dengan lep bersih atau tissue basah yang aman untuk bayi. Selain itu jangan lupa untuk mensterilkan teether setelah selesai digunakan. Jika sudah, simpan teether di tempat yang steril agar aman digunakan kembali.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.