9 Makanan Penambah Darah untuk Penderita Anemia

Anemia adlaah penyakit kekurangan darah yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi. Untuk mengatasinya, penderita anemia bisa mengkonsumsi makanan penambah darah yang mengandung zat besi dan beberapa kandungan lainnya.

Anemia sendiri merupakan kondisi medis yang terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh lebih rendah dari normal. Hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah berperan penting dalam membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan.

Kekurangan hemoglobin dan sel darah merah dapat menyebabkan penurunan kemampuan darah untuk membawa oksigen dengan efektif. Hal ini sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  1. Kekurangan Zat Besi: Penyebab anemia yang paling umum di masyarakat adalah kekurangan zat besi yang diperlukan untuk memproduksi hemoglobin.

  2. Kekurangan Vitamin B12 atau Asam Folat: Vitamin B12 dan asam folat juga diperlukan untuk produksi sel darah merah. Kekurangan salah satu dari keduanya dapat menyebabkan jenis anemia tertentu.

  3. Gangguan Genetik atau Keturunan: Beberapa bentuk anemia bersifat genetik, seperti thalassemia dan anemia sel sabit.

  4. Penyakit Kronis: Beberapa penyakit kronis seperti penyakit radang usus, ginjal, atau kanker dapat menyebabkan anemia.

  5. Kehamilan: Anemia sering terjadi pada wanita hamil karena kebutuhan zat besi dan asam folat yang meningkat selama masa kehamilan.

  6. Kehilangan Darah Akut atau Kronis: Cedera, operasi, atau Kondisi yang membuat seseorang kehilangan darah dalam jumlah banyak seperti cedera, operasi atau menstruasi berat juga bisa mengakibatkan anemia.

Gejala anemia dapat bervariasi pada masing-masing orang tergantung kondisinya. Namun beberapa gejala umum biasanya meliputi kelelahan, kelemahan, pusing, sesak napas, pucat, dan denyut jantung yang cepat.

Untuk mengetahuinya dengan pasti, Bunda bisa memeriksakan diri ke dokter dan melalui serangkaian tes. Pengobatannya sendiri nanti akan dilakukan sesuai dengan penyebabnya, mulai dari pemberian suplemen seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12, hingga melakukan tranfusi darah.

Bagi Bunda yang mendapatkan suplemen, ada beberapa makanan penambah darah, terutama makanan kaya zat besi, yang bisa jadi alternatif alami bagi suplemen tersebut.

Makanan untuk Menambah Darah

Makanan penambah darah yang bagus untuk penderita anemia

1. Daging Merah

Makanan penambah darah terbaik untuk penderita anemia adalah daging merah, seperti daging sapi, kambing atau domba.

Daging-dagingan berwarna merah seperti ini mengandung zat besi heme yang berasal dari sumber hewani dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Efisiensinya pun lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi non-heme yang ditemukan dalam tumbuhan.

Selain itu, daging merah juga menyediakan protein, vitamin B12, zinc, dan sejumlah nutrisi penting lainnya yang dapat membantu dalam pembentukan dan fungsi sel darah merah.

2. Ayam dan Daging Unggas

Ayam dan daging unggas juga merupakan sumber protein hewani yang baik. Meskipun kandungan zat besi dalam daging unggas tidak sebanyak dalam daging merah, namun bahan makanan ini tetap dapat memberikan kontribusi pada asupan zat besi harian.

Tidak cuma itu, ayam dan daging unggas lainnya juga mengandung tembaga yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan optimal dan meningkatkan produksi sel darah merah.

Selain itu daging unggas juga merupakan sumber vitamin B12, zinc, dan nutrisi lain yang mendukung kesehatan darah dan baik untuk penderita anemia.

3. Jeroan

Bagi Bunda yang suka jeroan, bagian dalam hewan ini juga bisa dikonsumsi untuk membantu menambah darah bagi penderita anemia. Kandungannya bahkan lebih tinggi hingga tidak kali lipat dagingnya lho!

Jeroan hewan seperti hati, jantung, atau otak mengandung jumlah zat besi yang signifikan. Bagian seperti hati bahkan juga terkenal kaya akan vitamin A dan vitamin B12 yang baik untuk kesehatan tubuh.

Bunda pun bisa mengkonsumsi jeroan sesuai selera, entah itu jeroan sapi atau ayam dan unggas lainnya. Hanya saja Bunda perlu waspada karena jeroan umumnya mengandung lemak dan kolesterol yang lebih tinggi, dan perlu dikonsumsi dengan bijak.

4. Ikan

Ikan, terutama ikan laut seperti tuna, salmon, dan sarden, merupakan sumber zat besi dan vitamin B12 yang baik. Ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kandungan vitamin B12 pada ikan dapat membantu meningkatkan fungsi sumsum tulang agar mampu memproduksi lebih banyak sel darah merah normal.

Sementara asam lemak omega-3 dalam ikan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan dapat menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang memerlukan asupan zat besi dan nutrisi darah lainnya.

5. Telur

Zat besi dalam telur berada dalam bentuk heme dan non-heme, meskipun dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan daging. Namun, kontribusinya dapat membantu meningkatkan asupan zat besi harian.

Telur mengandung zat besi dan vitamin B12 yang baik untuk penderita anemia

Telur merupakan sumber nutrisi yang kaya, termasuk protein berkualitas tinggi, vitamin B12, zat besi, dan asam amino esensial. Vitamin B12, yang ditemukan dalam kuning telur, penting untuk produksi sel darah merah. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik.

6. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang hitam, kacang merah, dan kacang kedelai adalah sumber zat besi nabati yang baik. Kacang-kacangan pun dikenal memiliki banyak kandungan vitamin B6 yang memiliki fungsi mirip vitamin B12 dalam membantu pembentukan sel darah merah.

Selain itu kacang-kacangan juga kaya akan protein, serat, dan nutrisi lainnya, yang mendukung kesehatan secara umum dan dapat membantu Bunda mengatasi kelelahan yang seringkali terkait dengan anemia.

7. Biji-Bijian

Selain kacang-kacangan, biji-bijian, terutama biji labu, biji bunga matahari, dan biji chia umumnya mengandung sejumlah besi yang bisa memberikan kontribusi pada asupan harian.

Selain itu biji-bijian juga kaya asam folat yang baik untuk penderita anemia. Asam folat merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9 yang memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah dan pemeliharaan kesehatan jantung.

Anemia megaloblastik, salah satu bentuk anemia, sering kali disebabkan oleh kekurangan asam folat. Oleh karena itu, konsumsi biji-bijian yang kaya asam folat dapat membantu mencegah dan mengatasi kondisi ini.

8. Sayuran Hijau

Sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan brokoli, mengandung zat besi non-heme, yang merupakan sumber zat besi nabati.

Selain itu, sayuran hijau juga kaya akan asam folat dan vitamin C. Asam folat sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan dapat membantu mencegah anemia megaloblastik. Sementara itu, kandungan vitamin C pada sayuran berdaun hijau juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.

9. Buah-Buahan

Buah-buahan yang kaya vitamin C dapat membantu penderita anemia karena vitamin C memiliki peran penting dalam meningkatkan penyerapan zat besi non-heme (zat besi dari sumber nabati) dalam tubuh. Ini dapat meningkatkan efisiensi penyerapan zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Vitamin C juga berperan dalam metabolisme asam folat. Asam folat, atau vitamin B9, adalah nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.


Itulah dia beberapa bahan makanan alami penambah darah yang cocok untuk penderita anemia. Selain kaya zat besi, makanan yang mengandung asam folat, vitamin B12 hingga vitamin C juga baik untuk membantu meningkatkan produksi sel darah merah di tubuh.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama