Cara Merawat kulit Bayi agar Halus dan Lembut

Desember 17, 2020

Berbeda dari orang dewasa, bayi memiliki kulit yang lebih tipis dan sensitif. Inilah yang membuat kulit bayi lebih rentan terhadap perubahan di sekelilingnya seperti suhu dan tingkat kelembaban ruangan. Jadi jangan heran kalau bayi seringkali mudah terkena masalah kulit seperti alergi, infeksi, ruam, dan iritasi kulit lainnya.

Sebagai bentuk perlindungan pertama bayi terhadap dunia luar, kulit bayi harus dirawat dengan baik agar tetap sehat dan bisa melindungi si kecil. Untungnya hal ini tidak sulit untuk dilakukan. Secara umum, yang perlu kita lakukan hanya menjaga kulit bayi tetap bersih dan terhidrasi.

Selain itu hindari juga penggunaan sabun atau produk perawatan kulit yang biasa digunakan orang dewasa. Gunakanlah produk khusus bayi yang memang dirancang khusus untuk kulit sensitif bayi.

Cara Merawat Kulit Bayi

Cara Merawat kulit Bayi agar Halus dan Lembut

1. Hati-hati saat membersihkan kulit bayi

Bayi, terutama yang baru lahir, memiliki kulit halus yang harus dibersihkan dengan ekstra hati-hati. Bayi yang baru lahir biasanya memiliki lapisan putih bernama Vermix Caseosa yang berfungsi sebagai pelembab dan melindungi kulit bayi sejak dalam rahim. Karena itulah, jangan menggosok atau menghilangkannya karena lapisan kulit ini akan lepas dengan sendirinya.

Untuk membersihkan kulit bayi yang baru lahir, kita bisa menepuk kulitnya dengan lembut untuk mengeringkan dan menghilangkan bekas kotoran. Jangan menggosoknya karena akan membuat kulit bayi menjadi iritasi dan sensitif.

2. Jangan mandi terlalu lama

Mandi terlalu lama akan menghilangkan minyak alami pada kulit yang justru baik untuk kelembaban dan menjaga kulit si kecil. Selain itu, hliangnya minyak alami ini akan membuat kulit si kecil menjadi kering dan kaku.

Malah sebenarnya kita bisa memandikan bayi 3-4 kali saja seminggu, terutama untuk bayi usia 12 bulan ke bawah. Kita bisa menambah frekuensinya tergantung cuaca dan seberapa aktif si kecil, atau sekedar untuk menghilangkan kotoran yang banyak menempel di kulit bayi.

Saat memandikan, pastikan bunda menggunakan air hangat yah! Selain itu, kita bisa menambahkan baby oil untuk membantu melembabkan dan menutrisi kulit si kecil.

3. Gunakan produk khusus bayi

Saat memandikan dan merawat bayi, jangan menggunakan sabun batangan atau sabun cair milik orang dewasa karena akan mempengaruhi kelembaban kulitnya. Pastikan ia menggunakan produk khusus untuk bayi yang memang dibuat untuk kulit sensitif si kecil.

Sabun bayi biasanya memiliki kadar keasaman yang rendah dengan pH yang berkisar antara 4.5 – 5. Selain itu sabun bayi juga dirancang khusus agar tidak pedih saat terkena mata. Ini adalah hal yang penting apalagi bayi berusia muda biasanya belum memiliki refleks kedip yang cukup baik.

Jika bunda menggunakan bedak bayi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, jangan memakai bedak secara berlebihan. Debu halus bedak dapat berhamburan di udara dan terhisap oleh si kecil. Kedua, hindari memberi bedak pada area lipatan kulit karena jika bercampur dengan keringat, bedak malah bisa menyebabkan iritasi dan masalah kulit lainnya.

4. Cegah ruam popok dengan memilih popok yang tepat dan menggantinya sebelum penuh

Ruam popok bisa terjadi karena beberapa hal seperti anak yang memakai popok kotor terlalu lama, popok yang terlalu ketat, atau jika anak alergi terhadap merek popok tertentu.

Untuk mengatasinya, kita bisa memilih popok yang lembut dan sesuai dengan kulit si anak. Selain itu jangan biarkan si kecil menggunakan popok yang sudah terkena kotorannya sendiri terlalu lama. Hal ini akan memicu tumbuhnya bakteri dan jamur di sekitar kulit yang lama-kelamaan bisa membuatnya iritasi dan kemerahan.

Pada beberapa kasus, ruam popok dapat diatasi dengan mudah. Salah satunya dengan menggunakan krim anti ruam yang bisa kita pakai saat muncul gejala pada kulit seperti kemerahan, bintik-bintik seperti erawat, hingga lecet pada kulit.

5. Pijat kulit bayi

rawat kulit bayi dengan memijatnya

Memijat adalah cara yang baik untuk merawat kulit bayi serta membuatnya rileks. Tidak hanya itu, sesi pijatan bayi juga aktifitas yang menyenangkan dan baik untuk mempererat ikatan bunda dengan si kecil.

Untuk melakukannya, kita bisa memijat bayi secara perlahan dan tidak perlu ditekan. Gunakan baby oil untuk memudahkan pemijatan dan membuat kulit bayi tetap lembab. Sebagai alternatif, kita juga bisa memakai bahan alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau almond oil untuk memijat bayi.

6. Hindari dari sengatan matahari

Meski matahari pagi sangat bagus untuk kesehatan kulit si kecil, tidak halnya dengan sengatan matahari di siang dan sore hari. Karena itulah berhati-hati saat mengajak anak keluar rumah.

Usahakan agar si anak tidak terkena sinar matahari secara langsung, terutama bayi kecil yang masih berusia di bawah 6 bulan. Hal ini bisa kita lakukan dengan memakaikan baju panjang atau topi. Selain itu kita juga bisa memayunginya saat berjalan di luar.

Jika bepergian menggunakan stroller, pastikan bunda tidak menutup kereta bayi karena ruangan di dalam stroller yang tertutup juga bisa berbahaya untuk bayi di dalamnya. Saat panas, akan lebih baik menggunakan payung atau kipas portable untuk mmbuat stroller tetap nyaman dikendarai.

7. Gunakan baju berbahan dasar katun

Hindari pakaian berbahan panas agar anak tidak mudah gerah saat memakainya. Selain itu pilihlah ukuran yang pas dan tidak terlalu ketat agar anak tetap nyaman saat berpakaian.

Akan lebih baik lagi jika kita membeli pakaian berbahan dasar katun yang lembut di kulit bayi dan bisa menyerap keringat dengan baik. Saat mencuci, gunakan juga deterjen khusus bayi untuk membuat pakaian ekstra lembut dan meminimalisir iritasi akibat deterjen pada sabun cuci biasa.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.